Aku menurutku
Sama
Dari tanah, air, udara, dan api
Menuju rumah abadi
Aku menurutmu
Berbeda
Dari dosa dan air mata
Hanya dari masa lalu
Aku menurutku
Berbeda tentu dari kamu
Dari cara kita belajar bertahan
Dalam ziarah mencari hidup
Aku
Kamu
Sama sama terlihat
Aku melihatmu
Aku
Kamu
Tidak sama melihat
Kamu melihatku
Kawan,
Jangan hanya yang terlihat
Pun bukan tuk di tafsir sesaat
Kawan, kamu melihatku
Lalu membuat kesimpulan
Bahwa aku bukan kamu
Dan kamu bukan aku, tentu
Tapi, bukan itu mauku
Mengabadikan kesimpulan itu
Mari buka pintu
Kita nanak kesimpulan bersama
Agar kita sama-sama merasa
Dengan persamaan dan perbedaan
Agar kita saling mendewasakan
Mari bersama mencipta pintu baru, lalu
Bersama kita melangkah maju
Pintu sama kita datang
Pintu sama kita pergi
Bukan mauku dan maumu
Jika nanti kita kehilangan semua pintu
Tersesat dalam kesimpulan palsu
Bukan…??
Colomadu, Juni 2007
**Maman Sunarman