NAK,

Nak, bukan begitu kamu seharusnya berjalan
Nak, berjalanlah dengan cara yang hebat
Nak, itu cara Ayah

Nak, bermainlah dengan dua raket itu
Nak, raket itu bukan alas ketiak
Nak, itu cara teman Ayah

Nak, bicaralah dengan lantang
Nak, dunia tak akan mendengarmu
Nak, berteriaklah demi si bisu

Nak,
Apa ucapku kurang lugu?
Sehingga kau anggap angin lalu?

Nak,
Aku tahu bukan hanya telingamu
Aku tahu di kepala mu ada matamu

Nak, aku pun tahu…
Telingamu selalu mendengarkanku
Tapi matamu lebih dekat pada keseharian lugu

Nak,
Aku berusaha tidak pernah memperdengarkan kata itu
Demi apa yang akan kamu katakan

Nak,
Tentang aku
Tentang teman-teman ku

Nak,
Sorot matamu ingin tahu
Apalagi yang ada di kepalamu?

Dan,
Ah, ha ha ha
Nak.

Maafkan aku,
kamu memang anakku,
anakku..!!!

Colomadu, Juni 2007

**Maman Sunarman

Tinggalkan sebuah Komentar